• Ahmad Arafat A.
Di langit kutanya, mana pintu-Mu?
Di angin kuhela, mana lagu-Mu?
Di Surya kupandang, mencari cahya-Mu
Di Bumi kupijak, mencari jejak-Mu
Ingin kukecapi
: selaksa layang kasih-Mu
Ingin kugenggami
: semburat Panji Agung-Mu
Duhai hari,
kemanakah engkau pergi?
Duhai hati,
kepada siapa engkau kembali?
/
Aku adalah sepercik embun pagi
yang mendekami hijaunya bumi
dan akan jatuh ke tanah hakiki
lalu kembali ke awan abadi
Aku hanyalah setitik cah'ya lentera
yang merajang terangnya purnama
walaupun ternyata,
ku kan sirna tiada berjaya
Aku ialah yang tak berdaya
didera gelombang badai cinta
terhempas tajamnya duri cita
bertahan pada sepokok asa
Aku hanyalah pengelana
yang terasing juga terbuang
berjalan di belukar nan menghadang
mengarungi samud'ra hidup penuh gelombang
\
Ku berlari mengejar mentari
berkeliling di belantara mati
berteduh di pojok ilusi
berlindung di balik mimpi
Oh... bilakah sayapku tumbuh
agar ia membawaku pada masa itu
dimana warna tiada berbilang
dan rasa menjadi gelora?
Sehingga ku 'kan tenteram kini
berjalan di teriknya bayang Mentari
dinaungi awan pembasuh nurani
di kaki Langit, berkawan Pelangi
|
Ahmad Arafat A. | Lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 23 Juli 1984. Memiliki minat dan perhatian yang besar terhadap karya sastra, terutama puisi. Menghabiskan masa kecilnya di Makassar, lalu selepas menamatkan pendidikan menengah di SMUN 17 Makassar kemudian hijrah demi menuntut ilmu di ITB Bandung. Calon insinyur Aeronautics & Astronautics yang tengah menanti wisuda sarjananya ini kini telah bekerja di Jakarta pada sebuah perusahaan penerbangan nasional sebagai junior engineer. Lajang yang merupakan sulung dari enam bersaudara ini memiliki hobi membaca dan menulis, sepakbola, belajar hal-hal baru, berpetualang, dan wisata kuliner. Menulis puisi baginya adalah penyaluran yang positif untuk mengekspresikan nuansa hati. Di samping menulis puisi, penulis lebih dahulu 'terseret' ke dalam dunia tulis menulis melalui ranah penulisan karya ilmiah (nonfiksi). Pada saat SMP, menjadi finalis dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja bidang Kesehatan Gigi dan Mulut Tingkat Nasional (Diadakan oleh Ladokgi TNI AL Yos Sudarso bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia — LIPI). Semasa kuliah, pernah menjuarai Lomba Karya Tulis Masalah Kecinaan ke-4, yang diadakan oleh Sinology Center, Universitas Muhammadiyah Malang. Selain itu, pernah mewakili ITB dalam Lomba Karya Tulis Mahasiswa Bidang IPS, seleksi wilayah B, di UNNES Semarang. Puisi-puisi yang ditulis pertama kali hanya ditujukan untuk konsumsi pribadi. Lambat laun ia juga digunakan sebagai senjata ampuh dalam dunia percintaan. Kemudian menjadi konsumsi publik lewat beberapa karyanya yang pernah diterbitkan pada Mading sekolah (SMU). Meskipun berlatar belakang pendidikan 'teknik', penulis juga memiliki antusiasme terhadap tema-tema: organisasi, sosial, politik, budaya, humanisme, dan keagamaan. Berbagai pelatihan, seminar, dan kegiatan ilmiah lainnya telah, dan akan terus diikuti demi memenuhi antusiasme tersebut. |
MEDIA PARTNERS











