• Ahmad Arafat A.
Salam untuk Sang Malam
Yang datang berkawan rembulan
di atas langit bertabur bintang
Ketika mentari kembali ke peraduan
Dan bumi menjadi lelah
Gulita menjadi pertanda
Angin seperti malas untuk beranjak
Burung-burung tiada berkicau
Ombak kian berdebur
Kehangatan semakin melebur
Orang-orang pun beraneka karya
Ada yang terlelap berselimut raga
Ada yang merana tidak berdaya
Lihatlah ke atas sana
Cah'ya purnama menanti Tuan-nya
Menjawab permintaan
Meluluskan permohonan
Bagi yang berharap dan selalu siap
Lihat juga ke bawah sini
Cacing-cacing mulai beraksi
Berjalan di pekatnya malam
Merasa tiada terlihat
Berlaku tanpa tentu
Wahai malam
Sampai kapan?
Kerinduan ini terus berlangsung
Namun keyakinanku tiada berlalu....
|
Ahmad Arafat A. | Lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 23 Juli 1984. Memiliki minat dan perhatian yang besar terhadap karya sastra, terutama puisi. Menghabiskan masa kecilnya di Makassar, lalu selepas menamatkan pendidikan menengah di SMUN 17 Makassar kemudian hijrah demi menuntut ilmu di ITB Bandung. Calon insinyur Aeronautics & Astronautics yang tengah menanti wisuda sarjananya ini kini telah bekerja di Jakarta pada sebuah perusahaan penerbangan nasional sebagai junior engineer. Lajang yang merupakan sulung dari enam bersaudara ini memiliki hobi membaca dan menulis, sepakbola, belajar hal-hal baru, berpetualang, dan wisata kuliner. Menulis puisi baginya adalah penyaluran yang positif untuk mengekspresikan nuansa hati. Di samping menulis puisi, penulis lebih dahulu 'terseret' ke dalam dunia tulis menulis melalui ranah penulisan karya ilmiah (nonfiksi). Pada saat SMP, menjadi finalis dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja bidang Kesehatan Gigi dan Mulut Tingkat Nasional (Diadakan oleh Ladokgi TNI AL Yos Sudarso bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia — LIPI). Semasa kuliah, pernah menjuarai Lomba Karya Tulis Masalah Kecinaan ke-4, yang diadakan oleh Sinology Center, Universitas Muhammadiyah Malang. Selain itu, pernah mewakili ITB dalam Lomba Karya Tulis Mahasiswa Bidang IPS, seleksi wilayah B, di UNNES Semarang. Puisi-puisi yang ditulis pertama kali hanya ditujukan untuk konsumsi pribadi. Lambat laun ia juga digunakan sebagai senjata ampuh dalam dunia percintaan. Kemudian menjadi konsumsi publik lewat beberapa karyanya yang pernah diterbitkan pada Mading sekolah (SMU). Meskipun berlatar belakang pendidikan 'teknik', penulis juga memiliki antusiasme terhadap tema-tema: organisasi, sosial, politik, budaya, humanisme, dan keagamaan. Berbagai pelatihan, seminar, dan kegiatan ilmiah lainnya telah, dan akan terus diikuti demi memenuhi antusiasme tersebut. |
MEDIA PARTNERS











