• Atika Dian Pitaloka
Sudah lama tebar bunga tak sampai pada raja,
karena angin tak pernah jua sampaikannya
melalui semilir dingin angin lembut
pada segarnya wangi tanah di pelataran pagi.
Sudah lama pula tetes hujan
tak jatuh pada dua keping hati
yang berpadu indah
di dalam katupan mati kerang pantai pasir putih.
Karena kegersangan yang dahulu merambah
denyut jantung bumi
yang makin tua dalam kesendirian.
Sudah lama pula tak kulihat
rona hati yang merona
membuncahkan rasa cinta
yang menyeruak indah,
menghujani bumi
dengan senyum dan tajam tatap matanya.
Karena telah lama batin mengeras
memunculkan segala ego
yang bergumul dalam asa.
Tuhan,
aku mencintainya hari ini,
Tuhan,
aku mencintainya esok hari,
dan Tuhan,
aku mencintai dia
untuk selama-lamanya.
|
|
MEDIA PARTNERS
Atika Dian Pitaloka | Lahir di Semarang, Jawa Tengah, 18 Mei 1989. Adalah seorang mahasiswi di Institut Pertanian Bogor jurusan Agronomi dan Hortikultura. Gadis manis berjilbab ini hobi menggambar dan menulis puisi. Waktu luangnya di luar kuliah adalah menulis di blognya, www.atika-dian.blogspot.com, yang sarat dengan karya dan tulisan hasil tuang isi hatinya nan indah. Karya puisi Atika Dian Pitaloka dominan berbau cinta, dirangkai dengan kalimat sederhana dan indah. Dalam industri hiburan film drama Indonesia yang marak menggunakan puisi cinta, karya Atika Dian Pitaloka patut diperhitungkan. 










