• Effendy Wongso
Gadis yang melayang di jembatan layang....
Aura cinta yang wangi terpental di sepenggal jalan
luka itu terancap bagai belati
pada dada dan hatimu
: Lelaki dan selingkuh adalah jelaga hitam
dan tiap sebentar meniriskan hujan airmata
"Aku sudah tidak sanggup hidup dalam bayang-bayang kalah!"
Kuhela napas dalam diam
wajahmu menubir di kaca spion mobilku,
kala kutengok kau yang merunduk bertabir semayang rambut legam
: aku di sini sendiri bersama angin dan anyes melati
sungguh, aku yakin kau ada
duduk di belakang dengan wajah pasi
namun tak kasat realita
Kita membisu
bagai lagu sunyi
: kau masih terdiam bagai ada dan tiada
antropoid maya serupa angan nan gaib
dan dalam nalar mereka menyebutmu hantu!
Engkaulah gadis yang dilentuk antosian
multiwarna dalam satu wujud
: tak ada kata, tak ada sapa
hanya tangismu yang lirih menyayat
sendu pilu, giris dan satu-satu
dan aku yakin dalam satu simpul
: senandung itu adalah ruap luka
sakit yang masih membilur dalam elegi
Gadisku, siapa pun engkau,
sudilah bercerita tentang lara
: jangan hanya diam dalam runduk
atau lirikan sendu matamu yang meneteskan airmata darah
sebab, kaca dan spion mobilku hanyalah mujarad
dan ia tak mampu memupus luka!
Bicaralah,
jangan menghilang dan melayang serupa lelawa
lengkingan dan kikikanmu bukanlah jejawab
gerbang mimpiku senantiasa mementangkan pintu bagimu
datanglah, datanglah
: gadis yang mati bunuh diri di jembatan layang itu!
|
|
MEDIA PARTNERS
Effendy Wongso, lahir di Watampone, Sulawesi Selatan. Selain menulis berita dan fiksi, ia paling senang menonton film. Waktu-waktu senggangnya pasti dihabiskannya di gedung bioskop atau di rumah untuk menonton film. Ia pernah menjabat sebagai Store Manager Video Ezy Australia untuk wilayah Indonesia Timur (2002) dan bergabung dalam MRA Group Ultra Disc cabang Makassar (2003). Saat ini mendirikan situs sastra www.cafenovel.com. Cerpen-cerpennya sudah tersebar hampir di seluruh majalah remaja nasional. Nominator LCCR (Lomba Cipta Cerpen Remaja) Anita Cemerlang empat tahun berturut-turut sekaligus sebagai salah seorang pengarang paling produktif versi majalah Anita Cemerlang 1996 ini, pernah tercatat sebagai koresponden majalah Anita Cemerlang (1996-1998) dan pemimpin redaksi majalah Planet Pop (1999-2000).










