• Effendy Wongso
Gadis yang melayang di jembatan layang....
Asmara bagai lelatu, tiap sebentar
meletup bak butarepan
: maaf, ini cinta yang terluka
girisnya bagai nyaring selolong anjing kejauhan
Gadis yang merupa dahiat
terpinggir oleh raga, tak kasat mata biasa
sungguhkah kau lara dalam nanti?
"Dunia ini bukan tempatmu!"
Tetapi malam ini,
juga kemarin,
di Kuningan Jakarta, pada jalan layang itu
kau senantiasa membayang
dan sesekali duduk di jok belakang mobilku
"Ada apa denganmu, Dara?"
wajahmu nan satir dalam cadar mayang rambutmu
gaunmu bagai mafela berlumur lembayung
dari darah dan amis yang menyeruak dalam baur melati
: diam tak bergeming!
Luka akibat cinta itu merancap
dan enggan pergi bagai terbelenggu sampak
"Aku bunuh diri di jembatan layang ini!"
Aku terbahak,
kelucuan akan diriku yang dianugerahi indigo
apakah sesal atau sebuncah rasa syukur?
Tetapi bukan itu,
bukan itu yang kusesali
sebab pada tiap bilangan kata
: aku bagai pegila yang meracau tentang Kuntilanak!
Oh, gadis yang melayang di jembatan layang itu
datanglah lewat mimpi-mimpiku
sebab hanya itulah satu-satunya cara
agar kita dapat bicara dari hati ke hati
Maaf,
aku iba padamu
: dan jatuh cinta dalam pilu....
|
|
MEDIA PARTNERS
Effendy Wongso, lahir di Watampone, Sulawesi Selatan. Selain menulis berita dan fiksi, ia paling senang menonton film. Waktu-waktu senggangnya pasti dihabiskannya di gedung bioskop atau di rumah untuk menonton film. Ia pernah menjabat sebagai Store Manager Video Ezy Australia untuk wilayah Indonesia Timur (2002) dan bergabung dalam MRA Group Ultra Disc cabang Makassar (2003). Saat ini mendirikan situs sastra www.cafenovel.com. Cerpen-cerpennya sudah tersebar hampir di seluruh majalah remaja nasional. Nominator LCCR (Lomba Cipta Cerpen Remaja) Anita Cemerlang empat tahun berturut-turut sekaligus sebagai salah seorang pengarang paling produktif versi majalah Anita Cemerlang 1996 ini, pernah tercatat sebagai koresponden majalah Anita Cemerlang (1996-1998) dan pemimpin redaksi majalah Planet Pop (1999-2000).










