• Effendy Wongso
Ini cinta....
ketika kau rela melepas ia pergi
ketika kau ikhlas menerima
bayang itu menjauh bagai jentera
bergulir dan menghilang dari sisimu
meski sakit, meski luka
(dan please, jangan bilang lagi ini dramatisasi kehidupan!)
Ini cinta....
ketika seorang Bunda di perkampungan nelayan miskin
menanak sebongkah batu,
memetamorfosis benak sang anak yang menangis kelaparan
agar tertidur dalam harap agar sebangun nanti ia dapat menyantap nasi
"Jangan menangis ya, Nak! Tidurlah dulu, Ibu lagi menanak nasi...."
(meski pada akhirnya kalian berdua mati dalam lara: busung lapar!)
Ini cinta....
ketika kau gigil dalam dingin dan kehujanan pada larut malam
dan menangkup dengan baju basah
sebuah tar kecil yang kau beli dari sekumpulan koin dan receh di celenganmu
: dan ketika kau melompat pagar (karena masuk diam-diam)
lenganmu terluka oleh jejeruji besi
"Aku ditampar Ibuku," begitu katamu. "Dan ia bilang, aku gadis murahan yang pulang larut malam!"
Aku menghela napas.
Ini cinta, sebab aku tahu kau ingin memberikan kejutan ulangtahun bagi Ibumu,
secara diam-diam, dan tepat pada pukul duabelas tengah malam,
kau akan mempersembahkan tar kecil
yang sudah layuk oleh air hujan!
Tar yang kau beli dengan uang tabunganmu di celengan yang tak seberapa,
namun sore tadi kau merasa orang yang paling kaya di dunia,
karena dapat mempersembahkan 'harta terbesar ketulusan'
untuk kado ulangtahun Ibumu
— meskipun pada akhirnya gula tar itu meleleh dan layuk oleh air hujan!
Ini cinta, ketika tepat duabelas malam,
kau persembahkan tar yang sudah tak berbentuk itu untuk Ibumu,
dan perempuan yang telah melahirkan kau dengan cinta itu menangis tersedu,
memelukmu, dan kau dan ia saling menangis!
Ini cinta, ketika kau membuka pintu jendela mobil mewahmu yang nyaman,
dan meneteskan airmata melihat mereka yang kurang beruntung,
yang menunggu bis di halte usang dan pesing pada siang sepanas unggun
Ini cinta, ketika kau memberikan uang lebih kepada bocah ojek payung,
yang bersin dan kedinginan karena air hujan
Ini cinta, dan semua ini cinta!
jadi mestikah kau rutuk semua itu serupa roman picisan,
telenovela dan sinetron garing?
(terlebih, dramatisasi kehidupan!)
Ini cinta, ketika kau mempersembahkan permen coklat
ini cinta, ketika kau mempersembahkan liontin bintang
ini cinta, ketika kau mempersembahkan boneka
ini cinta, ketika kau mempersembahkan bunga
ini cinta, ketika kau mempersembahkan novel 'Ayat-Ayat Cinta'
ini cinta, ketika semuanya berasal dari hati
tanpa pamrih....
|
|
MEDIA PARTNERS
Effendy Wongso, lahir di Watampone, Sulawesi Selatan. Selain menulis berita dan fiksi, ia paling senang menonton film. Waktu-waktu senggangnya pasti dihabiskannya di gedung bioskop atau di rumah untuk menonton film. Ia pernah menjabat sebagai Store Manager Video Ezy Australia untuk wilayah Indonesia Timur (2002) dan bergabung dalam MRA Group Ultra Disc cabang Makassar (2003). Saat ini mendirikan situs sastra www.cafenovel.com. Cerpen-cerpennya sudah tersebar hampir di seluruh majalah remaja nasional. Nominator LCCR (Lomba Cipta Cerpen Remaja) Anita Cemerlang empat tahun berturut-turut sekaligus sebagai salah seorang pengarang paling produktif versi majalah Anita Cemerlang 1996 ini, pernah tercatat sebagai koresponden majalah Anita Cemerlang (1996-1998) dan pemimpin redaksi majalah Planet Pop (1999-2000).










