• Effendy Wongso
Luka itu memang tak sengaja kutoreh
di hatimu, Kasih
Rancap bagai sembilu adalah giris
dan kenangan jingga yang tak terlupa
sakit luar biasa
Kasih,
izinkan aku memelukmu
untuk sekali ini saja
biar dapat kusalurkan sejuta maaf
dan penyesalan yang setiap terucap
hanya menambah sejumlah rasa perih
di tenggorokanku, di hatiku
Kasih,
malam tak lagi berbintang
karena jelaga awan sesal senantiasa
menculik gemintang dari benderang
: cinta bagai rembulan nan pasi
pucat tanpa rona
Kasih,
biarkan sekali ini airmataku jatuh
di pangkuanmu,
meski tanpa saput getas jemarimu
yang tersalur dari sejumput maafmu
Kasih,
biarkan aku terpenjara oleh tirai bersalah
: kenangan kita telah terbingkai selubung debu
dan kelabu cinta kita menyesakkan,
aku seperti mati
dan sendiri
Kasih,
izinkan aku mencium dahimu
untuk terakhir kalinya
sebelum aku pergi,
dan berlalu
seperti angin yang sepi
|
|
MEDIA PARTNERS
Effendy Wongso, lahir di Watampone, Sulawesi Selatan. Selain menulis berita dan fiksi, ia paling senang menonton film. Waktu-waktu senggangnya pasti dihabiskannya di gedung bioskop atau di rumah untuk menonton film. Ia pernah menjabat sebagai Store Manager Video Ezy Australia untuk wilayah Indonesia Timur (2002) dan bergabung dalam MRA Group Ultra Disc cabang Makassar (2003). Saat ini mendirikan situs sastra www.cafenovel.com. Cerpen-cerpennya sudah tersebar hampir di seluruh majalah remaja nasional. Nominator LCCR (Lomba Cipta Cerpen Remaja) Anita Cemerlang empat tahun berturut-turut sekaligus sebagai salah seorang pengarang paling produktif versi majalah Anita Cemerlang 1996 ini, pernah tercatat sebagai koresponden majalah Anita Cemerlang (1996-1998) dan pemimpin redaksi majalah Planet Pop (1999-2000).










