• Effendy Wongso
Perempuan yang menjelma permata....
di taman ini kita pernah bersama
ketika dedaunan sewarna tembaga
di penghujung musim
dalam rinai gerimis serupa tangis....
Ada wajah pasi seusai tangis
airmata yang meruap seperti embun dalam wadah belah
kasih tak lagi murni ketika lelaki menirus
membawa aura cintamu yang suci
Februari, musim berpadu dalam riak merah-jambu
: Aku mencintaimu, Adinda!
(ini litanimu, ditiup selafaz bayu: valentine adalah mimpi indah sekaligus buruk!)
seketika kau terpana seperti terpanah
asmara menyergap tiba-tiba
dalam ketermanguan penuh bunga
Lelaki dan cinta baur
adalah pias kenangan yang berdebu
serupa jelaga arang
getas dan patah
: Langit, lelaki itu berselingkuh dengan bidadari
Hatiku berdarah
melihatmu berlumur lara
: Langit, izinkan aku lahir sekali lagi!
dalam
rupa peri
hingga ia jatuh cinta padaku
(dan melupakan lelaki dalam aura yang sama)
Dan biarkan aku hidup dalam waktu seribu
hingga tonggak cinta ini kokoh
merancap abadi di hatinya yang kerontang
: biarkan aku menjadi peri biru
(yang akan menerbangkannya menuju bintang-bintang)
|
|
MEDIA PARTNERS
Effendy Wongso, lahir di Watampone, Sulawesi Selatan. Selain menulis berita dan fiksi, ia paling senang menonton film. Waktu-waktu senggangnya pasti dihabiskannya di gedung bioskop atau di rumah untuk menonton film. Ia pernah menjabat sebagai Store Manager Video Ezy Australia untuk wilayah Indonesia Timur (2002) dan bergabung dalam MRA Group Ultra Disc cabang Makassar (2003). Saat ini mendirikan situs sastra www.cafenovel.com. Cerpen-cerpennya sudah tersebar hampir di seluruh majalah remaja nasional. Nominator LCCR (Lomba Cipta Cerpen Remaja) Anita Cemerlang empat tahun berturut-turut sekaligus sebagai salah seorang pengarang paling produktif versi majalah Anita Cemerlang 1996 ini, pernah tercatat sebagai koresponden majalah Anita Cemerlang (1996-1998) dan pemimpin redaksi majalah Planet Pop (1999-2000).










