• Effendy Wongso
Perempuan berlampion merah
datang atas nama cinta
dalam langkah malu-malu
dikembangkannya senyum
bak rekah yang-liu di gigir Sungai Yangze
Wo ai ni!
Kalimatku sumbang
serupa naga jantan nan kapar
sosok sadin tiba-tiba menyergapmu
dalam gambaran cinta bertepuk sebelah tangan
Aku terjaga dari mimpi totem
perempuan berbaju cheongsam
lenyap oleh satir gaib
raga dan napas jadi satu
: betapa dahaga jiwa pencinta
renjana membakar kerontang
bagai setanggi ladan
dan jelaga kelabu nan getas
Oh, sukmaku terhunjam
oleh cintanya nan jauhar
: kupanggil ia yang melayang di atas tirta
kala biru melarungnya
dan ia tak pernah kembali dari nirwana
Dari hari ke hari aku meratap
perempuan berlampion merah
jelmalah dalam reinkarnasi
sebagai kekasihku
sebagai cintaku nan safa
|
|
MEDIA PARTNERS
Effendy Wongso, lahir di Watampone, Sulawesi Selatan. Selain menulis berita dan fiksi, ia paling senang menonton film. Waktu-waktu senggangnya pasti dihabiskannya di gedung bioskop atau di rumah untuk menonton film. Ia pernah menjabat sebagai Store Manager Video Ezy Australia untuk wilayah Indonesia Timur (2002) dan bergabung dalam MRA Group Ultra Disc cabang Makassar (2003). Saat ini mendirikan situs sastra www.cafenovel.com. Cerpen-cerpennya sudah tersebar hampir di seluruh majalah remaja nasional. Nominator LCCR (Lomba Cipta Cerpen Remaja) Anita Cemerlang empat tahun berturut-turut sekaligus sebagai salah seorang pengarang paling produktif versi majalah Anita Cemerlang 1996 ini, pernah tercatat sebagai koresponden majalah Anita Cemerlang (1996-1998) dan pemimpin redaksi majalah Planet Pop (1999-2000).










