• John Dahrief
Tuhan menciptakan suara hati
apakah Anda tahu, wahai insan
bisikannya memberikan arti hakiki
desahannya dibisikkan oleh alam
Gesekan daun dalam kesunyian
dibelai lembut hembusan angin
suaranya indah terdengar syahdu
menggugah hati, menyingkir malu
Suara-suara itu sejuk terasa
megetuk pintu sanubari rasa
menyadarkan raga dari dosa
untuk apa semua dusta
Suara alam tiada kebohongan
yakinlah, keluar begitu saja
apa adanya, suara kejujuran
kembalilah, jadi diri kita
|
|
MEDIA PARTNERS
John Dahrief | Lahir di Jaga Baya, Bandar Lampung, 24 Agustus 1971. Di sela-sela kesibukannya sebagai karyawan PT Pertani (Persero), ia masih sempat menulis puisi sebagaimana minatnya yang demikian besar pada seni. Ia juga aktif sebagai penulis di sebuah situs persajakan nasional. Beristri satu dengan tiga orang anak perempuan merupakan sebuah anugerah yang tak terkira. Sekarang ia bekerja di Bengkulu sementara istri tercinta serta anak-anak masih menetap di Lampung. Namun meski begitu, jarak bukan menjadi aral jika rindu mendera, sebab ia akan menuangkan kerinduannya tersebut di dalam sajak dan puisi yang ditulisnya.










