• John Dahrief
adikku sayang...
sudahlah dik, tak usah diratapi
bungamu layu, bukan hilang
semusim lagi, berbunga lagi
perhatikanlah dik...
bunga itu tak ada yang lama
berbunga, mekar, layu, berbunga lagi
wajar dik, kehidupan kita
adikku sayang...
jangan bersedih kehilangannya
apalagi menangis, menyesakkan yang hilang
airmatamu tak membuat subur, sia-sia
bunganya telah pergi dik...
melayang dibawa angin sunyi
mencari tempat untuk tumbuh kembali
suatu saat, akan melayang ke sini lagi
|
|
MEDIA PARTNERS
John Dahrief | Lahir di Jaga Baya, Bandar Lampung, 24 Agustus 1971. Di sela-sela kesibukannya sebagai karyawan PT Pertani (Persero), ia masih sempat menulis puisi sebagaimana minatnya yang demikian besar pada seni. Ia juga aktif sebagai penulis di sebuah situs persajakan nasional. Beristri satu dengan tiga orang anak perempuan merupakan sebuah anugerah yang tak terkira. Sekarang ia bekerja di Bengkulu sementara istri tercinta serta anak-anak masih menetap di Lampung. Namun meski begitu, jarak bukan menjadi aral jika rindu mendera, sebab ia akan menuangkan kerinduannya tersebut di dalam sajak dan puisi yang ditulisnya.










