• John Dahrief
kasihku yang muram, sabarlah
aku tahu dirimu resah
lelah sudah kakimu melangkah
menyisir bahtera di atas roda
yang cuma satu tersisa
yang satunya, kubawa ke sana
kasihku, itu semua kehendak-Nya
roda kehidupan memisahkan kita
maka, tendanglah rasa gelisah
tanamkan di hatimu, ini sementara
hatimu selalu di dalam hatiku
suburkanlah hatiku di dalam hatimu
kasihku yang kurindu, kuatkanlah
pegang erat janji kita
itu akan membuatmu bertahan
dari hempasan gelombang kehidupan
seperti aku menguatkan kalbu
putihkan hati demi dirimu
kasihku, tak usah menangis
mereka tak akan simpati
malah bahkan tertawa sinis
mungkin bertambah menggila, memaki
bertahanlah, kekasihku yang manis
aku pasti akan kembali
|
|
MEDIA PARTNERS
John Dahrief | Lahir di Jaga Baya, Bandar Lampung, 24 Agustus 1971. Di sela-sela kesibukannya sebagai karyawan PT Pertani (Persero), ia masih sempat menulis puisi sebagaimana minatnya yang demikian besar pada seni. Ia juga aktif sebagai penulis di sebuah situs persajakan nasional. Beristri satu dengan tiga orang anak perempuan merupakan sebuah anugerah yang tak terkira. Sekarang ia bekerja di Bengkulu sementara istri tercinta serta anak-anak masih menetap di Lampung. Namun meski begitu, jarak bukan menjadi aral jika rindu mendera, sebab ia akan menuangkan kerinduannya tersebut di dalam sajak dan puisi yang ditulisnya.










