• Weni L. Ratana
Gemerincing adalah pepontoh dari sekati emas
kaki mungil nan menggelinjang
adalah tarian satir para dewi
Langit muram, dan gemawan adalah pelupuk berairmata
di sini, cinta tak lagi rancak
ketika halimun menjelma gergasi
Dahulu terhampar pengharapan
seperti sebentang katifah dari Negeri Seribu Dongeng
dan Lelaki adalah kupu-kupu ungu
yang menari ditabuh genderang angin
Menangislah dedewi
karena cinta melantak dalam deru
: pias pasinya adalah rahim getir
yang melahirkan seribu katik dan kastal palsu
Di atas ranah cinta, kala
permadani tak lagi indah dalam kerontang kemarau
kupu-kupu bersayap patah dalam onggok mati
dan renjana tinggal sepenggal kenangan shepia
tak bermakna apa-apa
Cinta memang masif di ranah ini
dan ratap dedewi hanya menambah giris malam....
|
|
MEDIA PARTNERS
Weni L. Ratana, lahir di Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 28 September 1987. Sedari dulu, ia sangat menggemari dunia kepenulisan. Kerap berkecimpung dalam keorganisasian, terutama yang menyangkut dunia pendidikan. Ia merupakan salah satu redaksi mading di sekolahnya. Selain menulis puisi dan cerpen dalam buku diari dan blognya, ia juga senang mengoleksi lagu di komputer dan menonton film. Sekarang penulis rupawan ini tengah merampungkan sebuah novel sastra Tiongkok yang bakal dipublikasikannya pada penerbit nasional.










