• Weni L. Ratana
Pernah kukubur ia dalam naf bumi
namun ia merancak dalam bayang-bayang
sungguh,
aku mati setelahnya
Malam adalah insomnia
dan gericau serangga adalah gerus luka
sepanjang titi untai selendang puan
menuju ranah rembulan pasi
Kota sampai saat fajar seperti mati
dengkur insan adalah lak dan belenggu
bagai pemati dalam tabela bersprai putih,
tak ada kokok kinantan yang memanggil
tak ada liuk cemara yang melambai
biarpun landung embun diantar angin dan desau
Tubuhku menggerindin
siang dan siang adalah ultimatum
nyawaku tinggal sejengkal
di dalam obsesi dan angan
Karena kau, Kekasihku
adalah cinta yang telah menjelma
darah dan nadi dalam tubuhku
meskipun kau telah meraga dengan perempuan itu....
|
|
MEDIA PARTNERS
Weni L. Ratana, lahir di Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 28 September 1987. Sedari dulu, ia sangat menggemari dunia kepenulisan. Kerap berkecimpung dalam keorganisasian, terutama yang menyangkut dunia pendidikan. Ia merupakan salah satu redaksi mading di sekolahnya. Selain menulis puisi dan cerpen dalam buku diari dan blognya, ia juga senang mengoleksi lagu di komputer dan menonton film. Sekarang penulis rupawan ini tengah merampungkan sebuah novel sastra Tiongkok yang bakal dipublikasikannya pada penerbit nasional.










