
"Mas Ray akan ke Batam?" Kishi menatap Ray tanpa menyadari matanya menyimpan kepanikan.
"Tergantung jawabanmu."
"Aku?"
"Ya, bukan Ika! Please, jangan bicarakan dia lagi. Kita sedang mendiskualifikasikan dia." Ray menarik napas sejenak. "Kamu ingin aku pergi ke Batam dan terikat kontrak yang memisahkan kita begitu lama?"
Kishi tak tahu harus menjawab apa. Kalau menuruti kata hatinya, maka dia ingin menjawab tidak.
"Mas Ray ingin pergi?"
"Bagiku, kerja di manapun sama saja kalau tidak ada kamu. Tapi kalau ada kamu, kupilih kerja di sini. Sudah ada perusahaan lagi yang menawariku. Kalau kamu ingin kita tidak berpisah, minta aku jangan pergi!"
Kishi mendongak. Menatap hitamnya mata Ray yang bagus.
"Aku tidak ingin Mas Ray pergi," ucapnya pelan. "Aku...."
Ray menarik gadis itu ke dalam pelukannya.
"Aku tak akan pergi," jawabnya pasti. "Aku tak akan pergi!"
Tali Kasih Ocit dan Angga: Sebuah novel teenlit komedi romantis karya Budi Ingelina. Mengisahkan hubungan dua saudara yang lucu, gemas, sekaligus mengharukan. Adalah Angga, seorang sulung yang bandel dan protektif, dan Ocit, si Bungsu yang tomboi dan merupakan satu-satunya rival bagi kakaknya sendiri. Simak novel lucu ini dan temukan arti persaudaraan yang sesungguhnya.
"Kamu sudah mau pergi, ya?"
Ocit mengangguk. Hatinya ikut sedih melihat wajah murung itu.
Angga menunduk, memain-mainkan kunci motornya.
"Nanti Ocit suratin via email, ya?"
Angga mengangguk pelan. "Jangan lupa telepon, ya?" tambahnya. "Di sana jangan keluyuran. Jangan sembarangan bergaul, milih teman yang baik. Jangan pacaran sama bule. Jangan suka nangis lagi. Jangan terlambat makan, jangan...."
"Iya." Ocit mengangguk, memotong pesan Angga yang banyak.
"Tapi," Angga menatap Ocit khawatir, "kalau kamu disakitin orang, siapa yang ngebela kamu? Kalau nggak ada makanan, terus kamu lapar, siapa yang masakin? Kan, kamu nggak bisa masak. Kalau kamu sakit, siapa yang...?"
"Ocit pasti akan baik-baik saja," potong Ocit terharu. Ia menghambur, memeluk Angga erat. Tangisnya tumpah.
"Kalau kamu sedih di sana, pulang ya, Cit?"
Ocit mengangguk sambil menyeka airmatanya. Dilepaskannya pelukannya. Kemudian diciuminya pipi Angga. "Ocit sayang kamu," katanya.
Angga mengangguk. "Angga juga."
Mereka berpelukan lagi.
Seindah Mata Kristalnya: Sebuah novel drama romantis karya Mayoko Aiko. Mengisahkan persahabatan seorang Renaldi yang teguh terhadap Janna, yang dikhianati selingkuh oleh cowoknya. Re, panggilan Renaldi, yang sesungguhnya mencintai Janna tidak rela melihat gadis itu terluka. Didatanginyalah Bian, cowok Janna, untuk meminta pertanggungjawabannya. Simak novel yang sarat dengan pengorbanan cinta ini.
Malam bergulir perlahan. Detak jarum jam dinding di kamarku terdengar jelas. Kota Jakarta terlelap dalam tidur. Hanya sesekali terdengar raungan kendaraan. Menggerung keras lalu lenyap ditelan kesunyian. Pukul dua dinihari. Aku menyeka sebuah luka memar di sekitar kelopak mataku dengan air hangat. Bekas luka pukulan itu, setelah seminggu perlahan-lahan mulai hilang.
Kini aku menatap wajahku sendiri di dalam cermin. Kenapa itu kamu lakukan, Renaldi? Kenapa kamu mati-matian membela gadis itu? Kenapa kamu tidak pernah berkompromi kepada seseorang yang telah membuat mata bening milik gadis itu mempunyai pesona lain dalam hatimu, Renaldi? Ataukah, kamu mempunyai perasaan khusus pada gadis itu yang sampai saat ini masih kamu sembunyikan? Yang sampai detik ini tidak pernah kamu ungkapkan?!
Menanti Regine Pulang: Sebuah novel romantis yang sangat mengharukan karya Effendy Wongso. Mengisahkan penantian sejati dari seorang Mayangsari yang notabene adik tiri terhadap Regine, yang diusir oleh ayahnya karena hamil di luar nikah. Beserta ibunya, Mayangsari senantiasa membuka pintu hatinya untuk gadis yang sebenarnya mengantipati mereka. Baca novel ini, dan temukan banyak keajaiban cinta di dalamnya.
Semilir angin masih basah. Masih terdengar lembut serangkaian lagu di gendang telinganya. Disandarkannya kepala ke jok mobil ketika 'Selamanya Cinta'-nya D' Cinnamons mengalun merdu dari frekuensi 102,2 FM di radio digital mobil. Dipejamkannya mata, takzim menyimak. Ada suara wadyabala Caesar meningkahi sebelum lagu tadi diputar di Prambors Jakarta. Lagu masih mengalun syahdu. Tidak dia matikan sejak dari garasi rumah tadi.
Pandangannya lurus mengarah ke jalan. Aspal masih membasah, tampak licin seperti kulit seekor ular raksasa yang sedang terpulas. Di tengah jalan sana pula sesekali hanya terlihat sekelebat cahaya lampu dari beberapa kendaraan yang lalu-lalang. Malam ini semuanya seperti membeku. Hatinya giris. Dingin angin malam masih menusuk-nusuk sampai ke tulang sumsumnya. Dia menggigil.
Kabut Pagi di Suryakencana: Sebuah novel petualangan misteri karya Aprillawati J. Moenaf. Mengisahkan petualangan avonturir sekelompok mahasiswa pencinta alam yang tersesat di Gunung Gede. Alkisah Rudi yang mengepalai perjalanan, serta perasaannya yang istimewa terhadap Keke, gadis broken-home yang ikut serta dalam petualangan tersebut. Simak dan resapi keindahan alam pegunungan yang sarat dengan misteri.
Hari menjelang senja ketika rombongan Pataga menuruni Lembah Suryakencana dari arah Gunung Gemuruh. Hamparan lembah yang luas tak bertuan itu memutih oleh bunga-bunga edelweiss yang tengah memutik. Lewat temaram senja, edelweiss tampak berpijar-pijar memantulkan cahaya. Sungguh pesona alam yang sangat mengagumkan. Sebagian anggota pencinta alam itu melangkah dalam hening. Udara dingin terasa keras menusuk kulit.
Rudi yang berjalan paling depan memalingkan wajahnya sejenak ke belakang. Sebentar ia menghentikan langkahnya. Matanya mencari-cari Keke. Tak tampak. Heh, di manakah gadis itu?
Arwah yang Suka Bernyanyi: Sebuah novel misteri yang menyeramkan karya Donatus A. Nugroho. Mengisahkan keluarga Pak Wibisono yang membeli sebuah rumah tua dan kuno di pinggir kota. Dari sanalah ihwal pemunculan arwah yang suka bernyanyi, dan kerap merasuki tubuh Karmila, putri Pak Wibisono. Simak novel seram ini, dan bersiaplah untuk bergidik. Ingat, jangan baca saat Anda sendiri!
Rumah tua di pinggir kota ini tidaklah terlalu jelek.
Dengan sedikit perbaikan di sana-sini, Pak Wibisono yakin bisa menyulapnya menjadi tempat tinggal yang nyaman. Tenang karena letaknya yang di pinggiran, dan sejuk karena dekat perbukitan serta areal perkebunan kopi.
Semula Ibu Wibi kurang setuju dengan pilihan suaminya. Begitu juga dengan Miko, anak sulung mereka. Kata Miko, rumah tua ini kesannya sangat angker. Melihatnya dari luar, apalagi pada malam hari, selalu membuat bulu kuduknya berdiri. Seperti markas vampire! Pak Wibisono selalu menertawakan anggapan putra tertuanya itu. Kata beliau, itu akibat terlalu sering menonton film horor atau misteri di televisi. Menurut Pak Wibisono, rumah tua berarsitektur Belanda ini bisa menjadi investasi yang kelak amat berharga. Antik dan langka.
MEDIA PARTNERS













