

Dia milikmu seutuhnya
aku tidak pernah terlintas
sedikit pun
di hatinya.
Jangan khawatir.
Aku mencintainya
: cinta yang kadang kala menyakitkan
cinta yang terlalu besar untuk disingkirkan
cinta yang sesungguhnya.
Kamu tidak akan pernah
mencintainya sepertiku
kamu tidak memahaminya,
kamu tidak bisa mendengar.
Kenapa?
Karena dia tidak cerita ke kamu,
tapi dia cerita ke aku segalanya!
segalanya
tentang kamu.
Kadang hati ini meronta
menangis, minta kebebasan
sering hati ini berteriak!
melantunkan nada sedih.
Aku sendiri suka tidak mengerti
mengapa aku masih mencintainya,
mengapa aku rela disakiti
mengapa aku tidak cemburu
melihatnya bersamamu.
Padahal setiap hari
yang diucapkannya cuma kamu,
kamu,
dan kamu.
Ketika dia menatapmu,
senyumnya begitu tulus dan bahagia
ketika aku menatapnya
indah bola matanya
seolah menari menyisir ruang.
Tentu saja!
Aku pernah menginginkannya
aku berharap,
sampai sekarang pun aku masih berharap
tapi aku sadar,
hatinya tidak pernah buatku
sedikit pun tidak pernah
Siang malam yang dipikirkannya
cuma kamu,
kamu,
dan kamu.
Baginya,
aku hanya sekedar sahabat
sepasang telinga yang tak pernah bosan,
pundak yang empuk buat menangis,
dan wadah mencurahkan isi hati.
Apa ruap isi hatinya?
Tentu saja kamu,
kamu,
dan kamu.
Sebesar apa pun hatinya,
aku tak akan muat di situ
aku juga tak memaksa,
asal dia bahagia
sama kamu,
atau orang lain.
Kalau sampai kamu patahkan hatinya,
kamu sakit jiwa
: gila!
tak punya hati
kalau sampai itu terjadi,
kamu lebih jahat dari pembunuh.
Kamu tidak perlu takut
akan keberadaanku
karena sekalipun aku ingin
mengambilnya darimu,
aku tidak akan pernah bisa.
Karena baginya,
aku tak pernah ada!
Karina Aelyo Nindyo Kusuma Negara, lahir di Jakarta, 4 November 1991. Penulis yang masih sangat muda dan memiliki nama panjang ini cukup dipanggil Karina Negara. Saat ini masih duduk di bangku kelas dua SMA Pelita Harapan, Lippo Karawaci. Meski belia, prestasinya tidak dapat disepelekan. Ia pernah meraih penghargaan sebagai Juara Dua pada Lomba Cerpen SMAK 4 Tahun 2007 lalu. Karina Negara yang memiliki hobi menulis puisi dan cerpen serta menyanyi ini sangat gape menulis puisi dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Seabrek prestasi yang pernah diraihnya adalah: Juara Satu Lomba Membaca Puisi Tingkat SD di Sekolah Dian Harapan, Juara Dua Lomba Menulis Cerpen (SMAK 4, 2007), Juara Satu Lomba Menulis Puisi Ketuhanan (Bulan Bahasa SPH, 2007), Juara Satu Lomba Musikalisasi Puisi (Bulan Bahasa SPH, 2007), Juara Dua Lomba News Casting (Swiss German University, 2007), dan Juara Dua Lomba Story Telling (Nationwide English Olympics by Binus University, 2007). Gadis manis bertubuh imut ini juga pernah tampil di depan Sapardi Djoko Damono dalam acara Puisi-Puisi Cinta, dan membaca musikalisasi puisi 'Pada Suatu Hari Nanti' karya Sapardi Djoko Damono, yang berhasil dimenangkannya sebagai Juara Satu (15 Februari, 2008). Kini ia tercatat sebagai salah satu Anggota Group www.cafenovel.com di facebook.com.
MEDIA PARTNERS











