

Menatap hari buncah harap
melayangkan asa
di tengah gelapnya malam....
Aku gigil, semakin
terasa getaran jiwa
bergejolak tak tentu arah
Ada apa gerangan dengan dirinya?
sebuah pengharapan
dan asa yang terus menyelinap,
memberikan semangat
juga penderitaan yang tak terkira
Apa yang terpikirkan
tak jua menghapus dukanya
semua yang dirasakan,
seolah telah menyatu dalam hatinya
Selalu bertanya,
apakah ini takdir
atau kutukan yang harus dilalui
jeritannya membuat aku pilu,
resah tak tahu harus berbuat apa
Diam!
kataku, pergilah
dan jangan pernah kembali
Apa yang harus aku lakukan?
goresan dan desakan itu
makin membuatnya terpuruk
Aku terdiam,
aku takut ia 'kan semakin terluka
tapi aku tak bisa bangkit dari tempatku
Mengapa?
apa ini kehidupanmu?
mengapa begitu kelam
bisikku lirih,
tolong aku
Teriaknya, teriaknya, Tuhan
pekikan itu terus menghantuiku
tak kuasa menahannya lebih lama lagi
hanya menunggu waktu
kapankah terhenti
agar deritanya tak pernah kulihat lagi....
Namaku, Yeni Kurniawi. Aku lahir di Selayang, 13 Nopember 1983. Sekarang aku tinggal di Medan. Hobiku adalah musik, menyanyi, membaca, dan menulis. Zodiakku adalah Scorpio. Aku mempunyai enam saudara yang semuanya adalah laki-laki. Aku memiliki histori unik soal namaku. Dulu, Ibuku ingin sekali mempunyai anak perempuan tetapi selalu tak kesampaian. Sampai suatu saat lahirlah aku, yang bagi Ibu dan Nenek dianggap karunia. Maka jadilah aku dinamai Kurnia. Kata Nenek, Kurnia bermakna bahwa 'aku adalah karunia dari Allah untuk lahir ke dunia melengkapi keluargaku'. Namun karena terlalu pendek, maka namaku ditambahi Yeni. Jadilah namaku yang sekarang, Yeni Kurniawi. Aku ingin menjalin persahabatan dengan banyak orang, siapa pun itu. Dan aku memiliki satu impian yang mungkin juga merupakan impian semua insan, yaitu mendapat pendamping yang baik dan setia.
MEDIA PARTNERS











