

Ingatkah kau sore itu?
Gerimis berirama kemudian jadi hujan yang merajam bumi
Mengguyur seperti bandang yang datang dari surga
Cipratannya menggelitik dan genit
Lalu kita jadi penonton tak tahu malu
Tak mampu menahan diri
Seperti bocah di toko permen
Ingatkah kau hujan itu?
Istimewa seperti pasar malam yang penuh atraksi
Kita basah sampai ke tulang
Namun dingin tak buat kita biru, apalagi kelu
Baru kali itu kupercaya dunia penuh keajaiban
Air tumpah dari ember raksasa yang tak kasat mata
Kita berputar-putar dan menari diiringi irama hujan
Ingatkah kau bagaimana kita tertawa?
Lepas tak terbebani dosa apalagi usia
Hingga air penuhi mulut dan hidung
Kita rentangkan tangan dan dongakkan kepala
Menutup mata dan nikmati ritme yang manjakan indra
Kemewahan yang dibayar dengan influenza
Tak seberapa karena kutahu rasanya jadi merdeka dan bahagia
Nama saya, Andini Haryani. Saya lahir di Jakarta, 7 Desember 1982. Selama ini, saya tidak pernah memiliki cerita pendek atau puisi yang diterbitkan di media massa kecuali www.cafenovel.com. Selama ini pula, saya hanya berani membagi karya-karya dengan orang-orang terdekat atau di dalam blog pribadi yang juga hanya ditujukan bagi kepuasan diri sendiri. Di tahun 2005-2006 saya bekerja sebagai reporter bagi Majalah Tamasya, kemudian memutuskan untuk menjadi penulis lepas, baik untuk majalah atau kebutuhan korporat. Beberapa majalah yang pernah memuat tulisan saya adalah: Fashionbiz, iTuner, Agro Observer, Time Place, dan Gatra Living Plus. Saya mengagumi karya-karya Pramoedya Ananta Toer, tetapi merasa tidak memiliki cara bercerita yang sama. Pramoedya membuat saya ingin menulis dan tidak pernah berhenti membaca.
MEDIA PARTNERS











