

pasir hitam ombak riuh
buihnya, jernih sekedar membasahi kaki
dan berusap menghapus lelah batin
peselancar riang menari di atas gelombang
lelaki tua buncit
telanjang bulat mandi sucikan diri
berhamburan canang berisi recehan
kembang empat warna
dan berulangkali kupanggil namamu
gelombang menghempas dengan kejam
angin sore ini begitu menusuk
sampai ke dada sangat perih
maafkan aku semalam bicara terlalu kasar
Gemi Mohawk, lahir di Palembang, 22 Januari 1979. Penyair yang memiliki hobi membaca, menulis, nonton film, dan mendengarkan musik ini merupakan salah satu pengkarya sastra dengan nilai berbobot. Tema-tema puisi yang ditulisnya senantiasa menyerukan moralitas bagi pengembangan dunia yang lebih baik, seperti anti-pemanasan global, anti-anarkisme, dan lain sebagainya. Ia juga merupakan salah satu penulis yang peduli terhadap stagnanisasi kesusastraan di Indonesia, terutama karya puisi yang mulai terpinggirkan oleh budaya dan kultur kontemporer nan komersil. Gemi Mohawk saat ini tercatat sebagai salah satu Anggota Group www.cafenovel.com di facebook.com.
MEDIA PARTNERS











