
![]()
Hati itu tidak selamanya manis
Karena ada bagian dari organ tubuhnya
Begitu sensitif
Tersenyum dan tertawa
Bila ada wangi-wangian dan madu
Menangis penuh ratapan
Walaupun hanya menyelurit permukaan luarnya saja
Hatimu adalah mutlak milikmu
Kau bebas membagi-bagikan kepingannya
Kau jual hanya dengan bayaran sekeping koin juga bisa
Bahkan, tanpa pengorbanan apa pun juga bisa
Namun, sayangnya....
Kepingan-kepingan hatimu bukanlah sebongkah es
Yang bisa dipermainkan begitu saja
Hingga meleleh, bahkan merahnya hilang
Terlihat seperti mati tak bernyawa
Kepingan hatimu bukan barang murahan
Layaknya bahan makanan murah yang dijual di pinggir jalan
Jangan membagi-bagikan kepingan hatimu sembarangan
Kepada setiap tangkai bunga yang berdatangan
Tetapi, berikan kepingan hatimu secara utuh
Kepada satu tangkai bunga yang terbaik
Nama saya, Mariska Uung. Saya lahir tanggal 25 Mei 1986 di Jakarta. Saya hanyalah seorang mahasiswi biasa jurusan manajemen pemasaran di IBII, Jakarta. Sejak duduk di bangku
sekolah dasar, saya sudah suka mengarang. Bermula dari keterpakasaan karena disuruh oleh guru, tetapi entah
mengapa lama kelamaan saya bisa menikmati. Walaupun dengan EYD yang sangat berantakan. Saya berlatih sudah cukup lama untuk menulis, namun tidak pernah mempublikasikan kepada orang-orang. Lama-lama saya berani menunjukkan hobi saya yang akhirnya menjadi cita-cita. Tanpa diduga, banyak yang memuji dan menyukai tulisan saya. Termasuk guru dan dosen yang menyukai cara saya menulis dan menjawab soal ujian kuis. Hal ini sangat memacu semangat saya. Saya semakin giat untuk menulis dan pernah mengirimkan beberapa karya meskipun belum ada yang mempublikasikannya kecuali www.cafenovel.com. Seharusnya saya mengambil jurusan yang berhubungan dengan sastra ketika kuliah, namun waktu itu saya belum dapat memfokuskan masa depan saya. Terlebih ketika orangtua saya menganggap bahwa menulis itu tidak dapat menunjang dan menopang hidup. Ternyata saya salah besar, dan seharusnya saya bisa mempertahankan apa yang telah menjadi mimpi saya. Mungkin nasi sudah menjadi bubur. Saya tidak mungkin meninggalkan kuliah ekonomi saya begitu saja. Apalagi saat ini sudah menginjak semester akhir dan sedang skripsi. Tetapi saya masih tetap memiliki harapan untuk dapat berkarya sesuai cita-cita dan pilihan hidup saya.
MEDIA PARTNERS











