
![]()
Tubuhku hancur saat ingat cinta
Jiwaku terguncang saat mendengarnya
Hanya rohku yang masih sempurna
Ketika merasakannya....
Kupikir cinta itu manis
Laksana kembang gula
Yang dijilati anak kecil
Ternyata tidak selamanya....
Awalnya, iya
Serasa berada di rumah cokelat dalam surga
Ternyata benar apa kata orang
Terlalu banyak madu itu tidak baik!
Aku membantah sampai suara hatiku pecah....
Kini aku muak sendiri
Muntahan madu itu kini ada di pangkuanku sendiri
Membersihkannya saja sudah menguras
Separuh asmara
Separuh napas
Bahkan, separuh kebahagiaan....
Aku tidak percaya lagi akan cinta
Entah sampai kapan aku menutup diri
Sampai tubuh retak kembali ke bentuk semulakah?
Atau sampai guncangan itu hilang?
Hanya Tuhan yang tahu
Mana cinta manis yang tidak akan membuat isi perutku keluar sia-sia
Nama saya, Mariska Uung. Saya lahir tanggal 25 Mei 1986 di Jakarta. Saya hanyalah seorang mahasiswi biasa jurusan manajemen pemasaran di IBII, Jakarta. Sejak duduk di bangku
sekolah dasar, saya sudah suka mengarang. Bermula dari keterpakasaan karena disuruh oleh guru, tetapi entah
mengapa lama kelamaan saya bisa menikmati. Walaupun dengan EYD yang sangat berantakan. Saya berlatih sudah cukup lama untuk menulis, namun tidak pernah mempublikasikan kepada orang-orang. Lama-lama saya berani menunjukkan hobi saya yang akhirnya menjadi cita-cita. Tanpa diduga, banyak yang memuji dan menyukai tulisan saya. Termasuk guru dan dosen yang menyukai cara saya menulis dan menjawab soal ujian kuis. Hal ini sangat memacu semangat saya. Saya semakin giat untuk menulis dan pernah mengirimkan beberapa karya meskipun belum ada yang mempublikasikannya kecuali www.cafenovel.com. Seharusnya saya mengambil jurusan yang berhubungan dengan sastra ketika kuliah, namun waktu itu saya belum dapat memfokuskan masa depan saya. Terlebih ketika orangtua saya menganggap bahwa menulis itu tidak dapat menunjang dan menopang hidup. Ternyata saya salah besar, dan seharusnya saya bisa mempertahankan apa yang telah menjadi mimpi saya. Mungkin nasi sudah menjadi bubur. Saya tidak mungkin meninggalkan kuliah ekonomi saya begitu saja. Apalagi saat ini sudah menginjak semester akhir dan sedang skripsi. Tetapi saya masih tetap memiliki harapan untuk dapat berkarya sesuai cita-cita dan pilihan hidup saya.
MEDIA PARTNERS











