
Naik Kereta Api
F Aziz Manna
kereta tidak bersama mereka
tapi mereka bersama berada dalam kereta
(afrizal malna)
perjalanan ini kian membingungkan
mereka bilang telah bangkit dan berjalan
jauh selama 100 tahun
tapi aku tak melihat kaki-kaki beranjak
hanya pemandangan silih berganti:
pepohonan, sawah, ladang, sungai, jembatan
perumahan, pabrik, perkantoran, tembok-tembok
semua hanya jadi perbincangan
lewat begitu saja
kupikir, jalanan tidak bersama mereka
padahal mereka bersama berada dalam perjalanan
suara-suara mereka juga membingungkan
antara bunyi klakson cerobong dan gesekan besi
mulut-mulut berkembang biak
bertingkahan untuk jadi dominan
mereka yang datang selalu jadi penumpang
dan tak ada yang mau turun
tak ada yang mau menyentuh tanah
mereka, para penumpang itu, ingin selamanya duduk
di kursi di atas lantai besi
melupakan perjalanan dalam perjalanan
F Aziz Manna. Penulis adalah alumnus Tambak Beras Jombang, aktor, mantan ketua Teater GAPUS Surabaya, aktivis Forum Studi Sastra dan Seni Luar Pagar (FS3LP), tergabung dalam Sanggar Kopi & Rokok Surabaya serta komunitas @rekpilem Surabaya. Baru saja menyelesaikan studi sejarahnya di Unair. Menulis puisi, sedikit artikel, naskah drama, serta kerap terlibat penggarapan drama dan film dan beberapa kali keliling Solo, Jogja, Malang dan Kalimantan. Karya-karyanya tersebar di media lokal dan nasional dan beberapa media kampus dan pernah disiarkan radio suara Jerman Deuchte Welle. Juga terkumpul dalam antologi puisi "Menguak Tanah Kering" (GAPUS, 2000), "Kumelambungkan Cintaku" (GAPUS, 2003), "Izinkan Aku Menciummu" Gapus, 2006), Antologi Penyair Jawa Timur "Permohonan Hijau" (FSS, 2003-2004), Antologi Penyair Tiga Wilayah "Festival Mei" (FSB dan Institut Nalar Jatinangor, 2005), Rumah Pasir (FSS 2008). Sempat menjadi koordinator bidang sastra Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dan bermain untuk Teater Keluarga Surabaya. Kini penulis berdomisili di Tropodo I No. 302 Waru Sidoarjo 61256.
MEDIA PARTNERS











