
![]()
Tak sanggup lagi kaki ini
melangkah tatih
lalu
terjebak di antara gegurun
dan
sehamparan basir pasir
manakala panas menyengat
manakala kering mengerontang
Silaplah mata ini tertuju
di suatu titik
di suatu tempat
berilusi air dan oase
Getas langkahku
adalah ritme kesedihan yang pantas
seperti apel asa yang jatuh tak bertuan
lalu perlahan robok oleh masa
seperti bilur pengharapan dan fatamorgana
Tubuhku hancur
hatiku tercabik
kedahagaan dan cinta
adalah pias deru
sebab serumpun padang nan hijau
dan bunga indah setaman
hanyalah riuk wangi, sesaat
ia lantas hilang menjelma, hampa
dalam diorama nan palsu
Sekelumit padang tandus
nyanyi bisu dan dahaga cinta biru
bagai malam yang merangsa mentari
hingga rembulan tak mampu
menyinari sebait lagu patah
Tak ada yang bisa mengganti
kala purna cinta tersakiti kenangan, jingga
raga dan jiwa adalah mati
seperti batu yang diam
Sebelum aku pergi, kini
biar asaku membasuhmu
untuk yang terakhir kalinya
Biarkan aku memelukmu
untuk yang terakhir kalinya
agar dapat kuteteskan mutiara tangis
dalam rindu nan durjana
Namaku, Yeni Kurniawi. Aku lahir di Selayang, 13 Nopember 1983. Sekarang aku tinggal di Medan. Hobiku adalah musik, menyanyi, membaca, dan menulis. Zodiakku adalah Scorpio. Aku mempunyai enam saudara yang semuanya adalah laki-laki. Aku memiliki histori unik soal namaku. Dulu, Ibuku ingin sekali mempunyai anak perempuan tetapi selalu tak kesampaian. Sampai suatu saat lahirlah aku, yang bagi Ibu dan Nenek dianggap karunia. Maka jadilah aku dinamai Kurnia. Kata Nenek, Kurnia bermakna bahwa 'aku adalah karunia dari Allah untuk lahir ke dunia melengkapi keluargaku'. Namun karena terlalu pendek, maka namaku ditambahi Yeni. Jadilah namaku yang sekarang, Yeni Kurniawi. Aku ingin menjalin persahabatan dengan banyak orang, siapa pun itu. Dan aku memiliki satu impian yang mungkin juga merupakan impian semua insan, yaitu mendapat pendamping yang baik dan setia.
MEDIA PARTNERS











