

Sebuah penantian
itu bak drama judi musikal
saat melodi dimainkan
dadu cinta dijatuhkan
angka penantian pun muncul
Hanya tinggal dibubuhi
abad, tahun, windu, hari
bahkan, detik
tergantung keputusan
Hati beku tersegel gembok berkarat
tak satu cinta mampu menembusnya
membuat obyek yang ditunggu
terbang tinggi melayang
Namun, apa jadinya
jika masa penantian
belum genap seumur dadu?
Terlalu banyak madu sundal
menggoyahkan hati subyek penunggu
nazar manis pun bagai angin lalu
musik cinta pun dipaksa berhenti
Membuat posisi terbang menjadi terjun bebas
terbentur sakit tak terkira
hati yang tadinya beku
pecah keras memekakkan telinga
Anjing jalanan lebih setia
bahkan, jagung menunggu setia
sampai musim panen tiba
bagi mereka itu yang namanya cinta
tapi, nyatanya roboh di meja judi
itu bukan cinta namanya....
Nama saya, Mariska Uung. Saya lahir tanggal 25 Mei 1986 di Jakarta. Saya hanyalah seorang mahasiswi biasa jurusan manajemen pemasaran di IBII, Jakarta. Sejak duduk di bangku
sekolah dasar, saya sudah suka mengarang. Bermula dari keterpakasaan karena disuruh oleh guru, tetapi entah
mengapa lama kelamaan saya bisa menikmati. Walaupun dengan EYD yang sangat berantakan. Saya berlatih sudah cukup lama untuk menulis, namun tidak pernah mempublikasikan kepada orang-orang. Lama-lama saya berani menunjukkan hobi saya yang akhirnya menjadi cita-cita. Tanpa diduga, banyak yang memuji dan menyukai tulisan saya. Termasuk guru dan dosen yang menyukai cara saya menulis dan menjawab soal ujian kuis. Hal ini sangat memacu semangat saya. Saya semakin giat untuk menulis dan pernah mengirimkan beberapa karya meskipun belum ada yang mempublikasikannya kecuali www.cafenovel.com. Seharusnya saya mengambil jurusan yang berhubungan dengan sastra ketika kuliah, namun waktu itu saya belum dapat memfokuskan masa depan saya. Terlebih ketika orangtua saya menganggap bahwa menulis itu tidak dapat menunjang dan menopang hidup. Ternyata saya salah besar, dan seharusnya saya bisa mempertahankan apa yang telah menjadi mimpi saya. Mungkin nasi sudah menjadi bubur. Saya tidak mungkin meninggalkan kuliah ekonomi saya begitu saja. Apalagi saat ini sudah menginjak semester akhir dan sedang skripsi. Tetapi saya masih tetap memiliki harapan untuk dapat berkarya sesuai cita-cita dan pilihan hidup saya.
MEDIA PARTNERS











