

Suatu malam
kulihat dadaku menganga
dikoyak kata-katamu
sakit aku meringis
merangkak sambil menangis
jarum dan benang kalian kucari
bunda bilang yang terkoyak
masih mungkin ditaut lagi
Tapi,
aku tidak pandai menjahit
jarum terlepas dari benangnya
hilang entah kemana
benang masih menggantung
jahitanku belum rampung
dadaku masih menganga
kata-katamu mengucur deras
aku terkulai lemas
kenapa sejak semula
aku biarkan telinga
mendengar kau bicara
Eka Dwibhakti, lahir di Bandung, 14 November 1985. Gadis manis ini termasuk kutu buku. Novel-novel roman dan sastra merupakan sarapannya sehari-hari. Selain membaca dan menulis, ia juga menggemari desain grafis komputer dan ilustrasi, nonton film, dan browsing internet. Tema-tema puisinya menyoal keseharian remaja dan romantika kontemporer, tidak ngejelimet dan mudah dipahami. Ia kini tercatat sebagai salah seorang Anggota Group www.cafenovel.com di facebook.com.
MEDIA PARTNERS











